19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. 20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. 21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. (Kisah Para Rasul 11:19-21)
Jemaat Antiokhia dalam zaman gereja perdana adalah sebuah jemaat yang luar biasa. Sayangnya belum banyak yang pernah membahas tentang gereja ini. Hari ini, dalam menyambut semester baru kita di Shine Jogja, saya mengajak saudara-saudari untuk belajar dari jemaat ini.
Antiokhia di zaman gereja perdana adalah sebuah kota besar dalam wilayah emporium Roma. Bahkan kota ini disebut-sebut sebagai kota terbesar ketiga. Menurut Kisah Para Rasul 11:19-30, Injil pertama kali diberitakan di kota ini melalui beberapa orang Siprus dan orang Kirene, yang memberitakan Injil bukan hanya kepada orang-orang Yahudi di sana tetapi juga kepada orang-orang Yunani. Dikisahkan bahwa Tuhan menyertai pemberitaan Injil mereka sehingga banyak orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Karya Injil yang terjadi di Antiokhia ini kemudian didengar oleh jemaat di Yerusalem. Para Rasul kemudian mengutus Barnabas ke sana untuk meneguhkan jemaat itu. Di sana Barnabas melayani jemaat Antiokhia dan juga dia mengajak Saulus dari Tarsus untuk melayani bersamanya.
Jemaat di Antiokhia ini pun lalu terus bertumbuh, dan Kisah Para Rasul menyebutkan bahwa di Antiokhialah para pengikut Kristus pertama kali disebut ‘Kristen’. Ini sesuatu yang luar biasa. Kata ‘Kristen’ itu sendiri bermakna ‘Kristus kecil’. Itu artinya kehidupan jemaat di Antiokhia begitu indahnya sehingga melalui mereka orang seolah-olah bertemu kembali dengan Kristus. Mereka dijuluki Kristus-Kristus kecil karena kehidupan mereka menyerupai Kristus yang mereka percayai.
Begitu indahnya kehidupan jemaat Antiokhia sehingga para nabi dari Yerusalem pun penasaran ingin menemui mereka. Kisah Para Rasul 11:27 menyebutkan bahwa beberapa nabi dari Yerusalem datang ke sana dan menyampaikan firman Tuhan di sana. Disebutkan juga dalam ayat-ayat selanjutnya, bahwa jemaat ini ketika mendengar nubuat tentang kelaparan yang akan melanda dunia, mereka mengumpulkan sumbangan untuk diberikan kepada jemaat di Yerusalem.
Dari sini kita bisa melihat, beberapa hal yang istimewa dari jemaat ini. Yang pertama, jemaat ini dirintis oleh orang-orang biasa, namun yang memiliki hati yang bernyala-nyala dengan Injil, sehingga memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi juga. Orang-orang biasa ini memiliki kasih Allah yang melampaui batas suku dan bangsa, karena itu tidak heran Tuhan begitu berkenan dan memberkati pekabaran Injil mereka sehingga banyak orang yang menjadi percaya dan datang kepada Tuhan. Yang kedua adalah kehidupan jemaat di Antiokhia ini benar-benar adalah kehidupan yang berpadanan kepada Kristus yang mereka imani. Kehidupan mereka benar-benar menggambarkan Kristus, sehingga dunia pun menyebut mereka sebagai “Khristianos”, Kristus-Kristus kecil. Mereka bukan orang percaya yang hanya percaya di mulut saja, tetapi dalam segenap hidup mereka, iman mereka itu terpancar dengan jelas. Selain itu, mereka juga penuh dengan kasih terhadap sesama. Mereka meresponi firman Tuhan dengan segera melakukan apa yang bisa mereka lakukan. Mereka tidak perlu menunggu perintah, dengan sukarela mereka langsung mengorganisir bantuan bagi saudara-saudari mereka di Yerusalem yang dilanda kelaparan.
Satu hal lagi yang luar biasa dari jemaat ini bisa kita lihat dari Kisah Para Rasul 13:1-3.
- Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
- Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”
- Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
Jemaat ini adalah jemaat yang dipakai Tuhan untuk misi dunia. Memang dari jemaat-jemaat yang lain juga Tuhan memakai misionaris-misionaris untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Akan tetapi jemaat Antiokhia merupakan jemaat yang paling aktif mengirim misionaris-misionaris untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Barnabas dan Saulus, adalah dua orang yang bekerja sangat keras untuk memberitakan Injil ke Asia dan Eropa.
Jemaat Antiokhia dirintis oleh orang-orang biasa, namun dipenuhi kuasa Roh Kudus, hidup menurut teladan Kristus dan menjadi saksi yang indah bagi dunia melalui kehidupan mereka. Bukan hanya itu saja, mereka pun pergi ke bangsa-bangsa yang lain untuk memberitakan kabar baik keselamatan itu.
Seringkali ketika kita melihat diri kita, komunitas kita, kita berpikir kita adalah orang-orang biasa, komunitas yang biasa, jemaat yang biasa saja. Akan tetapi mari belajar dari jemaat Antiokhia hari ini. Yang menjadikan mereka indah bukanlah karena siapa yang merintis jemaat ini, atau rasul luar biasa yang menjadi pemimpin mereka. Yang membuat mereka indah adalah karena hati yang bernyala-nyala untuk Injil, yang dipenuhi kasih yang tidak tahan untuk tidak memberitakan Injil itu. Yang menjadikan mereka indah adalah mereka menyediakan diri mereka untuk menjadi alat yang sempurna bagi Roh Kudus untuk bekerja melalui mereka. Roh Kudus memakai orang-orang yang hatinya dipenuhi kerinduan dan kasih kepada jiwa-jiwa yang melewati batas-batas suku dan bangsa. Roh Kudus memakai orang-orang biasa, yang mempunyai kerelaan dan kerinduan yang tidak terbatas.
Di semester yang baru ini, saya rindu kita juga menjadi seperti jemaat Antiokhia ini. Di mata orang kita mungkin tidak populer, tidak terlihat hebat dan besar. Akan tetapi ketika kita memberi hati dan diri kita untuk dipenuhi oleh Roh Kudus, untuk dipakai-Nya memberitakan kabar baik yang penuh kasih itu, Dia akan menjadikan kita komunitas yang terindah. Komunitas yang begitu indah sampai dunia pun tidak bisa tidak mengakui bahwa Kristus hidup di dalam kita.
Mari kita bergandengan tangan melangkah bersama. Lihat di sekeliling kita ladang sudah menguning dan siap untuk dituai. Mari pergi ke jalanan, lihat mereka yang mengembara di perempatan-perempatan jalanan Jogja yang panas itu, mereka butuh Kristus yang memeluk dan mengasihi mereka dengan tulus. Mari pergi ke kampus-kampus, sekolah-sekolah, lihat mereka yang mengembara mencari identitas dan aktualisasi diri, mereka butuh Kristus yang memberi mereka makna hidup yang sejati.
Called of God, we honor the call, Lord we’ll go wherever You say
Where You lead come pain or pleasure, We would follow You everyday
Anna L. Lee